Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan Spanyol setelah mencetak gol krusial pada menit ke-106. Gol tunggal pemain pengganti tersebut memastikan Spanyol menundukkan Argentina 1-0 dan merengkuh trofi Piala Dunia kedua mereka di New York New Jersey Stadium pada Minggu.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan jalannya laga, Spanyol tampil sangat dominan atas Argentina yang bermain bertahan dan harus tampil dengan 10 pemain usai Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua di penghujung waktu normal akibat pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi.
Gol kemenangan Torres tercipta lewat tembakan ke-20 yang dilepaskan La Roja. Argentina yang berstatus sebagai juara bertahan gagal mencatatkan satu pun tembakan serta kesulitan merebut penguasaan bola dari dominasi tim asal Semenanjung Iberia tersebut.
Menurut rekor sejarah, Spanyol kini menjadi satu-satunya negara yang berhasil menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia secara beruntun sebanyak dua kali. Tim asuhan Luis de la Fuente ini juga mencatatkan rekor sebagai juara Piala Dunia pertama yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Kekalahan ini membuat Argentina gagal mengawinkan gelar usai sebelumnya meraih Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. Lionel Messi yang menyelesaikan turnamen dengan catatan delapan gol dan empat asis tak mampu membongkar pertahanan rapat Spanyol meski Kiper Emi Martinez telah melakukan 11 kali penyelamatan.
Proses gol penentu kemenangan Spanyol berawal dari umpan silang Pedro Porro dari sisi kiri. Nico Williams meneruskan bola dengan sundulan ke ruang kosong yang langsung disambar tembakan setengah voli Ferran Torres tanpa mampu dihalau Martinez.
"Pada akhirnya, gol ini milik 47 juta rakyat Spanyol, bukan hanya milik saya atau 26 pemain di dalam tim," ujar Torres yang terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.
"Sudah ditakdirkan bahwa kami akan menang jauh dari rumah, namun kami membuat seluruh masyarakat merasa sangat dekat. Ini adalah rasa lega yang luar biasa. Saya menghadapi banyak kritik selama Piala Dunia, tetapi takdir telah dituliskan," tambah Torres.
Penyerang Spanyol tersebut juga mengakui sulitnya menaklukkan Argentina di laga puncak. "Pada akhirnya semua partai final terasa sulit. Ketika Anda bertanding melawan Lionel Messi, selalu ada rasa gugup, tetapi kami selalu percaya pada permainan dan kemampuan diri kami sendiri," kata Torres.