Tomato News Tomato News
/home / berita / Ben Earl Kritik Jadwal Padat Nations...
BERITA

Ben Earl Kritik Jadwal Padat Nations Championship 2026, Sangat Kejam

Ben Earl dalam pertandingan Nations Championship 2026 bersama timnas rugby Inggris

Ben Earl dalam pertandingan Nations Championship 2026 bersama timnas rugby Inggris

Pemain tim nasional rugby Inggris, Ben Earl, menyampaikan kritik tajam terhadap jadwal pertandingan dalam turnamen perdana Nations Championship 2026. Turnamen ini mempertemukan negara-negara dari belahan bumi utara dan selatan dalam tiga laga di musim panas serta tiga laga lanjutan pada musim gugur. Hasil dari seluruh rangkaian pertandingan tersebut akan menentukan tim yang berhak tampil di partai final di Allianz Stadium pada bulan November mendatang.

Format baru ini memaksa timnas Inggris melakoni perjalanan yang sangat menguras fisik. Berbeda dari tradisi sebelumnya di mana Inggris hanya melakukan tur ke satu negara untuk tiga laga uji coba, kali ini mereka harus melakukan empat penerbangan jarak jauh dan empat penerbangan jarak pendek dalam waktu singkat. Skuad Inggris bertanding di Ellis Park di Johannesburg, dilanjutkan ke Hill Dickinson Stadium di Liverpool, dan mengakhiri rangkaian di Estadio Unico Madre de Ciudades di Argentina. Perbedaan zona waktu serta gangguan jam tidur menjadi kendala utama para pemain.

Menurut kabar yang dihimpun dari BBC, Earl mengungkapkan bahwa situasi ini sangat berat bagi kondisi fisik tim. "Ini sangat kejam, tidak ada kata lain untuk menggambarkannya," ujar Earl. Ia mempertanyakan alasan penyelenggara tidak menggelar pertandingan di satu negara saja untuk menciptakan suasana festival rugby yang lebih padat dan meriah, seperti di Australia atau Afrika Selatan, daripada memaksa tim terus berpindah tempat.

Meskipun menghadapi jadwal yang menguras tenaga, Inggris masih berpeluang lolos ke babak final musim gugur ini setelah memenangkan dua dari tiga pertandingan. Mereka mencatatkan kemenangan telak 73-8 atas Fiji dan meraih kemenangan sengit atas Argentina. Satu-satunya kekalahan Inggris terjadi pada laga pembuka saat berhadapan dengan juara dunia Afrika Selatan dengan skor akhir 45-21.

Berdasarkan keterangan Earl, jadwal perjalanan yang harus berulang kali kembali ke Inggris lalu pergi lagi ke negara lain terasa sangat canggung, terlebih ini terjadi di akhir musim yang sudah sangat panjang bagi mayoritas pemain. Kendati demikian, ia menyadari bahwa para pemain harus mulai terbiasa dengan format baru ini karena diperkirakan akan terus berlanjut di masa depan.

Format perjalanan menguras tenaga ini juga dialami oleh tim-tim lain. Prancis, Irlandia, dan Italia harus bertanding di Selandia Baru, Australia, dan Jepang secara bergantian. Sementara itu, Wales dan Skotlandia menghadapi jadwal serupa dengan Inggris, meski mereka diuntungkan karena dapat memainkan laga melawan Fiji di kandang sendiri pada awal atau akhir periode kualifikasi.

Selain persoalan jadwal penerbangan yang padat, penampilan Inggris pada laga musim panas ini juga disorot karena masalah kedisiplinan pemain. Mantan pemain scrum-half Inggris, Danny Care, menegaskan bahwa tim harus segera membenahi tingkat kedisiplinan mereka di lapangan jika ingin bersaing memperebutkan gelar juara. Rangkaian babak kualifikasi akan berlanjut pada bulan November saat Inggris menjamu Australia, Jepang, dan Selandia Baru, sebelum babak final digelar pada akhir November.

Topics
#ben_earl #nations_championship_2026 #rugby #timnas_rugby_inggris #olahraga_internasional
Jurnalis Senior - Spesialis Sepak Bola & Olahraga

Farhandila Fahri adalah jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 15 tahun meliput dinamika sepak bola dan olahraga Indonesia. Berbasis di Jakarta, ia dikenal dengan analisis tajamnya tentang pertandingan, strategi tim, perkembangan liga, dan isu-isu strategis olahraga nasional. Keahliannya dalam menyajikan berita yang mendalam dan berimbang menjadikannya rujukan utama bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas dunia sepak bola dan olahraga Indonesia.